'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Alasan Tanwir Diadakan di Bengkulu
15 Februari 2019 13:09 WIB | dibaca 255

Suara 'Aisyiyah, Bengkulu - Tanwir Muhammadiyah Bengkulu resmi dibuka hari ini, Jumat (15/2). Pembukaan ditandai secara simbolis dengan pemukulan Dol, alat musik khas Bengkulu, oleh Presiden Joko Widodo, didampingi oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, dan Ketua Panitia Tanwir Ahmad Dasan. Pembukaan dilaksanakan di Rumah Dinas Gubernur Bengkulu.

Haedar Nashir menjelaskan alasan Tanwir diadakan di Bumi Raflesia. Bengkulu menjadi saksi sejarah lahirnya tokoh bangsa dan Muhammadiyah. Tokoh yang pertama adalah Hasan Din. Hasan Din merupakan Ketua Konsul Muhammadiyah Bengkulu tahun 1939 - 1950. Ia adalah ayahanda Fatmawati, Ibu Negara yang pertama.

Tokoh kedua adalah Soekarno. Selama masa pengasingan di Bengkulu, Bung Karno mengajar di sekolah Muhammadiyah dan menjadi Ketua Majelis Pengajaran. Setelahnya, sejarah mencatat Bung Karno sebagai tokoh proklamator dan menjadi Presiden pertama Republik Indonesia.

Selanjutnya ada Karim Oi. Ia merupakan seorang muslim pengusaha Tionghoa. Selain tokoh Muhammadiyah, ia juga adalah perintis Persatuan Islam Tionghoa.

"Maka dari itu, melalui Tanwir ini kami ingin menyambung mata rantai tokoh-tokoh tersebut," ujar Haedar. (ff)

Shared Post:
Arsip Berita
Berita Terbaru
Berita Terkomentari