'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
PDA Banjarnegara Peduli Bencana
07 November 2019 11:51 WIB | dibaca 43

 

Banjarnegara, Suara 'Aisyiyah- Allah terkadang memberi ujian pada hambaNya yang beriman dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan bencana. Bencana ini terasa pahit memang, namun dibalik itu terkadang ada hikmah yang dapat kita petik. Kemarau yang cukup panjang ternyata mengakibatkan bencana kekeringan diberbagai wilayah Indonesia. Salah satu daerah yang juga mengalami kekeringan adalah di Kabupaten Banjarnegara. Wilayah Banjarnegara yang banyak kekeringan adalah di bagian tengah dan selatan, sedangkan Banjarnegara bagian utara yang sebagian besar wilayahnya berupa perbukitan dan pegunungan justru air masih tersedia berlimpah.

Sebagian wilayah yang kekeringan tersebut sangat sulit mendapatkan air bersih. Untuk keperluan sehari-hari terutama kebutuhan pokok air  seperti untuk memasak, mandi dan mencucui terpaksa mereka membeli air eceran dalam galon ataupun drigen.

Menyikapi kondisi tersebut PDA Banjarnegara berkolaborasi dengan BPBD Banjarnegara melakukan gerakan Bhakti Sosial Peduli Bencana dengan memberikan bantuan Air Bersih.  Bhaksos dilaksanakan pada beberapa kali antara lain pada hari Jumat tanggal 11 Oktober 2019. Sasaran bhaksos adalah di Desa Petir, Kebondalem, Kecamatan Bawang. Pagi tadi  PDA Banjarnegara menyumbang 3 tangki air bersih. Sumbangan tersebut berasal dari warga Aisyiyah yang tergugah hatinya untuk ikut meringankan beban masyarakat yang sedang dilanda kekeringan. Penggalangan dana diawali saat kegiatan Pelatihan Relawan LHPB dan diikuti kemudian oleh donatur dari  warga Aisyiyah  lainya yang merasa tersentuh hatinya. Perwakilan dari PDA Banjarnegarayang dipimpin langsung oleh Ketua PDA Banjarnegara Mutmainah Sri Nuryati  sebelum ke lokasi transit dulu di Kecamatn Bawang dan disambut baik oleh Camat Bawang, Siti Yanuariah.

Sumbangan berikutnya pada hari  Kamis tanggal 24 Oktober 2019 kembali Aisyiyah beraksi bersama BPBD.  Sumbang air bersih ini juga  berlanjut pada hari  Jumat tanggal 25 Oktober 2019. Distribusi air bersih adalah ke wilayah kecamatan Mandiraja, dan  ke wilayah Kecamatan Purwanegara di Desa Petir. penyaluran air bersih sebanyak 6 tangki yang didistribusikan di 6 titik yaitu 3 titik di Desa Jalatunda meliput Dusun Praubosok, Kranji dan Karanggedang. Sedang 3 titik lainnya ada di Desa Wanadri yang meliputi Dusun Patoman, Pangantulan dan Silangit. Untuk Desa Jalatunda 100 % wilayahnya mengalami kekeringan.

Pada hari Selasa 29 Oktober 2019 sumbangan diberikan di desa Kebutuh Jurang. Pada hari Sabtu 2 November sumbangan disalurkan ke Desa Lemah Jaya, Karang kemiri. Hari Ahad 3 November 2019 ke Kecamatan Wanadadi di Linggasari dan Kandangwangi. Rencananya Pada Hari Selasa 5 November sumbangan ke Kebutuhduwur, Kec Padgedongan. Warga sangat senang didatangi dan mendapatkan bantuan air bersih. Kabupaten Banjarnegara memang tahun ini mengalami kekeringan yang amat parah. Informasi dari PMI Kabupaten Banjarnegara dari 20 kecamatan sebanyak 15 kecamatan terdampak kekeringan. Total desa yang kekeringan 37 desa, 50.316 jiwa dan 12.733 KK.

PMI, BPBD, IAI, IDI, RSUD, Lazizmu, PPNI, PDA dan segenap warga Banjarnegara yang peduli kekeringan bahu membahu berupaya meringankan beban masyarakat yang kekeringan dengan menyalurkan 1 juta liter air bersih dengan mobilisasi 199 tanki dan melibatkan 402 relawan.

Bencana kekeringan belum usai kemarin kita kembali dikejutkan oleh berita tanah longsor. Longsor kali ini tidak terjadi di daerah pegunungan tapi terjadi di perkotaan, dan yang lebih mengejutkan kembali longsor kali ini sampai menelan korban jiwa.   Longsor terjadi pada Hari Sabtu tanggal 2 November 2019, di Kampung Taman Sari RT 04/ I Kelurahan Parakancanggh Banjarnegara. Longsor ini diketahui pukul 06.00 WIB. Musibah longor terjadi akibat jebolnya Tanggul Irigasi sepanjang 15 meter, lebar 20 meter dan tinggi 3 meter.  Longsoran ini menimbun rumah yang ada di bawah tanggul saluran irigasi. Pemilik rumah yang terdampak parah antara lain: 1). Tulus, usia 65 tahun, seorang pedagang. Rumah tersebut digunakan juga sebagai rumah kost yang dihuni 7 orang, 2)   Darsono, 67 tahun juga seorang pedagang. 

Seorang saksi bernama Junianto, 35 tahun  menjelaskan bahwa tanggal 1 November malam sekitar pukul 23.00 wib telah melihat retakan tanah di timur rumah yang ditempati, kemudian air dari irigasi merembes dan masuk ke jalan warga. Pagi harinya Junianto bersama Kusnen dan beberapa warga lainnya membersihkan dan menutup retakan.  Beberapa saat kemudian sekitar 1 jam kemudian saat warga yang membersihkana pulang tiba-tiba terdengar warga  teriak minta tolong ada longsor. Warga kemudian berhamburan datang ke lokasi longsor untuk menolong penduduk yang terkena longsoran.  Sabar bin hadi rahyanto, 30 tahun pedagang dari Desa Pagentan dan Darto, 50 tahun juga pedagang dari Windusari, Sokaraja Pagentan berhasil diselamatkan  dan segera dibawa ke rumah sakit, sementara korban atas nama Winoto, 45 tahun, dari desa Plumbingan Pagentan tak tertolong, meninggal dunia. Akibat longsor tersebut  selain mengakibatkan meninggalnya Winoto jug mengakibatkan 1 rumah rata dengan tanah, dan satu rumah lainnya rusak.  Melihat hal inipun, kembali PDA Banjarnegara menunjukan kepeduliannya dengan datang mengunjungi korban. Selain untuk ikut berbelasungkawa kedatangannya juga untuk memberi semangat, memberi motivasi dan   memberikan bantuan  materi untuk meringankan beban mereka. Mari Wujudkan Aisyiyah yang Peduli, Aisyiyah yang tak mengenal lelah dalam beramal, Semoga Allah senantiasa meridhoi dan memberikan berkahnya pada orang-orang yang ringan dalam membantu orang lain.(Parijem, LPPA PDA Banjarnegara)

Shared Post:
Arsip Berita
Berita Terbaru
Berita Terkomentari