'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Tasyakur Akbar, Milad 100 Tahun TK ABA Berkhidmat untuk Negeri
20 November 2019 10:02 WIB | dibaca 101

 

Sleman, Suara ‘Aisyiyah– Bertepatan pada Tanwir II ‘Aisyiyah, bertempat di halaman Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) diselenggarakan pula Tasyakur Akbar 100 Tahun TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) Berkhidmat untuk Negeri pada Sabtu (16/11/2019).

Acara dibuka dengan penampilandrumband oleh Persatuan Genderang Putri Nasyiatul Aisyiyah (PGP). Uniknya, komposisi para pemain drumband PGP didominasi ibu-ibu yang berusia antara 30 hingga 70 tahun. Mengingat PGP sendiri sudah didirikan sejak tahun 1964, sehingga acara ini sekaligus reuni bagi pemain drumband PGP ini.

Pada sambutannya, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini menyampaikan bahwa usia satu abad Aisyiyah telah dilewati dengan penuh dedikasi dan komitmen ideologi yang kuat. “Hal inilah yang terjadi atas kehadiran TK ABA sekolah anak yang dikelola oleh gerakan perempuan ‘Aisyiyah,” ungkapnya.

Noordjannah juga mengatakan bahwa sejak tahun 1919 saat Frobel School sebagai embrio TK ABA didirikan sampai hari ini, TK ABA terus berkhidmad untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. “Apa yang sudah dilakukan 'Aisyiyah selama 100 tahun ini menjadi bagian dari sumbangsih kita sesuai tema Milad 100 tahun TK ABA, berkhidmat untuk negeri. Sumbangsih 'Aisyiyah untuk negeri ini di saat negeri ini belum merdeka tetapi Kyai Ahmad Dahlan dan Nyai Ahmad Dahlan dan para pegiat ‘Aisyiyah masa awal berfikir jika Indonesia akan merdeka maka generasi penerus harus dididik dan mulailah dengan kehadiran TK ABA pada tahun 1919,” jelas Noordjannah.

    

Khidmat ‘Aisyiyah melalui TK ABA selama 100 tahun, merupakan bagian dari semangat perjuangan 'Aisyiyah untuk mengisi kemerdekaan. Saat ini, telah berkembang lebih dari 20.000 TK ABA atau PAUD dan sejenisnya yang bertebaran dari Sabang sampai Merauke bahkan melintas batas negeri hingga ke Kairo, Mesir. “Tak lupa kami juga sampaikan terima kasih kepada pegiat TK ABA di pelosok-pelosok. Mereka adalah mutiara-mutiara perempuan yang tulus mengabdi untuk masa depan anak negeri,” pungkas Noordjannah.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menerima piagam penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas rekor rangkaian cap telapak tangan di kain terpanjang 9.543 meter yang dilaksanakan oleh TK ABA dan PAUD ‘Aisyiyah se-Indonesia dan TK ABA Kairo mulai 19 Maret 2019.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan pemberian secara simbolis alat permainan dan edukasi Balok kepada TK-TK ABA yang diwakili oleh 10 TK ABA di daerah 3T, yaitu TK ABA Pasir Gombong Banten, TK ‘Aisyiyah Lahewa Sumatera Utara, TK ABA 2 Kalimantan Barat, TK ABA Malinouo Kalimantan Utara, TK ABA Mamala Maluku, TK ABA 1 Ternate Maluku Utara, TK ABA 1 Kefamenanu NTT, TK ‘Aisyiyah Lumbia Sulawesi Tengah, TK ABA 3 Nabire Papua, TK ABA Hunggaluwa Limboto Gorontalo.

Pemberian balok ini juga terkait dengan berdirinya TK ABA pertama 100 tahun lalu bernama Froble School yang namanya diambil dari nama ahli pendidikan anak William Frouble. Dalam teorinya menunjukkan bahwa permainan balok yang diciptakan adalah permainan penting yang seyogyanya menjadi bagian dari pengalaman main dan stimulasi anak. (redaksi)

Shared Post:
Arsip Berita
Berita Terkomentari